mungkin diantara teman-teman ada yang sedang mempunyai tugas disekolahnya, misalkan tugas praktek Drama ataupun tugas mencari contoh naskah drama, nah disini saya akan berbagi contoh naskah drama tentang pergaulan remaja yang akhirnya terjerumus kepada Narkoba..Drama ini bergenre lucu, sedih, menegangkan, pokoknya campur aduk gak bakalan nyesel deh, kalau udah baca pasti seru, jalan ceritanya gak bisa ditebak dan ada perubahan karakter si tokoh yang sangat menarik dalam cerita tersebut.
langsung aja selamat membaca !!
“4G (Gara - Gara Gebetan Gaib)”
4G (
Gara-Gara Gebetan Gaib ) adalah sebuah cerita yang diangkat dari kisah nyata
seorang murid yang mempunyai gebetan yang dia kenal dari Facebook dan tidak
pernah sama sekali bertemu dengan gebetannya hal tersebut menjadi bahan
olok-olokan dan bulian teman-temannya.
Cerita ini kami edit dan
kami rubah sebagian, oleh karena itu Mohon ma’ap bila banyak kesamaan nama,
tempat, cerita, dan hal lainnya.
Hasbi Alfauzi : sebagai Pino (Si Culun)
Dasep Abdul Wahid : sebagai Mondi (
temannya Pino )
M.Akbar : sebagai Pak Rudi (guru) Dan murid sebagai Yase ( ketua Geng )
Fadly Maulana. F : sebagai Iyan dan
sebagai Polisi
Rizal Febriyan :
sebagai
Soleh ( anak Sholeh dikelas ) dan
sebagai Bapaknya Pino
Novi. N. Miraz :
sebagai
Oneng (anggota geng ) dan sebagai
tukang sapu
Maya Raisha : sebagai Monika ( pacarnya Iyan )
Fitri Nurhasanah : sebagai Wati ( pacarnya Yase )
Neng Susanti : sebagai Ibu Kantin dan sebagai Ibu
Pino
Gisa Aulia. K :
sebagai
Prolog
Ok semuanya Siap inilah cerita kami…selamat
menyaksikan !
Jam
07.00 pagi, di salah satu sekolah ternama di jakarta murid-murid sudah mulai menampakan hidung belangnya. Ada
yang datang menggunakan Motor, Mobil, jalan
kaki,
Jalan bebek, berenang, dan ada juga yang menggunakan pintu kemana saja. ada yang datang
jam 8, jam 7, setengah 7, bahkan ada yang nginep..
Kriing... kriing...
kriing Bel masuk pun berbunyi
(Di
Lapangan)
Pak Rudi : “kamu ya,tiap hari kerjaannya kesiangan terus. Apa
hukuman bapak kurang gereget buat kamu?” (sambil nunjuk-nunjuk)
Iyan :“maaf pak tadi malem saya mimpi nonton bola. Eh skornya
1 sama,makanya ada tambahan waktu 15 menit, jadinya saya kesiangan pak” (garuk kepala)
Pak Rudi : ”kamu alasan saja, siapa yang menang ?”
Tiba-tiba datanglah
seorang murid dengan kacamata tebal dan kaos kaki bergambar…
Pak Rudi : “kamu murid pindahan dari cijumre itu kan?”
Pino : “iya benar saya pak”
Pak Rudi : “Oh kalau begitu,mari ikut saya.
(sambil menunjuk
yoga) Dan kamu berdiri disini sampai jam pelajaran pertama selesai”
Iyan : “Ko Cuma saya sih yang dihukum
pak kenapa dia enggak ?”
Pak Rudi : “Apa kamu
berani sama Bapak, udah kamu berdiri disini aja sampai istirahat”
Suasana dikelas XI IPA 3 sangatlah ramai, gaduh, dan berisik seperti biasanya, tapi tidak seramai dipasar. ini dikarenakan dikelas
tersebut ada sekelompok geng berandalan yang diketuai oleh Yase bernama Geng
Serigala berbulu ketek.
Tak lama kemudian
datanglah pak rudi…
(Di kelas)
Pak rudi : “Selamat pagi anak-anak, hari ini
kalian kedatangan murid baru. Anda penasaran?”
Murid : “Iya pak”
Pak rudi : “sama saya juga..(sambil ketawa) mari silahkan masuk. perkenalkan diri kamu ?”
Pino : “hai teman-teman!” (melambaikan
tangan)
Murid :
“Hai…”
Pino :
“Nama saya Pino”
Pak Rudi :
“Kepanjangannya apa ?”
Pino :
“Pino Ice Cup pak”
Murid : “hahahaa…”
Monika : “Dia bilang Pino Ice Cup. Lu lahir di
kutub utara?”
Oneng : “Apa lu lahir di freezer?”
Monika :
“Itu nama atau merk ice cream”
Oneng :
“Dasar cupu, jelek, dekil, kamseupay”
( lagu Kamseupay )
Soleh : “Sudah.. teman-teman jangan
seperti itu, kurang kenceng
menghinanya…lanjutkan !”
Pak Rudi : “Ada apa pada
berisik, kalian ngapain didepan, Sudah sudah.. Pino,silahkan kamu duduk disebelah emus”
Vino : “Iya pak!”
Tanpa
disadari, sepasang bola mata tengah memperhatikan pino yang baru
saja mendapat bulian dari teman-temannya
Terengtengtengtengtengteng cangcimen,
cangcimen, cangcimen bel istirahat pun berbunyi, semua siswa spontan berlarian keluar
(Di
kantin)
Iyan sedang
duduk sendiri memandangi segelas air putih dengan tatapan kosong, bukan dia lagi
meramal atau hipnotis, hanya saja nggak punya uang. lalu datanglah monika pacarnya dan oneng sahabatnya
Monika : “Bebz quh kok kamu
disini
sih?”
Oneng : “Iyah, kenapa gak masuk
kelas? Pasti kesiangan lagi yah? Terus lu dihukum dan kabur kesini? Iya kan?
iya kaannn??
Iyan : “Berisik luh”
Seketika itu juga bos mereka
datang dengan rompi pita kebanggaannya
Yase : “Whats up vrohh? Lu pada ngapain disini? Cepetan mesen, gua yang traktir”
Wati : “Ko kamu bisa
kesiangan tanpa ketahuan pak guru sih?”
Yase : “Lu tau siapa
gue kan? Jadi lu gak usah banyak nanya” (menyombongkan diri)
Oneng : “Bu nasi
gorengnya satu”
Monika : “Gua juga Bu”
Ibu kantin : “Dibungkus atau makan disini neng?”
Oneng : “Di piring bu.
Nasi goreng nya tambah jadi 2”
Ibu kantin : “Nasi gorengnya di goreng apa dibakar neng?”
Oneng : “Dibakar bu”
Ibu kantin : “Oh oce dechh siap, tapi jangan lupa bayar yah
jangan ngutang lagi?”
Yase : “Jangan keras-keras dong Bu nanti kedengeran sama yang
lain”
Ditengah-tengah ramainya suasana kantin, tiba-tiba datanglah Pino
Wati : “kamu lagi
liatin siapa Fad?” (matanya tertuju ke Pino)
Monika : “Itu kan si Pino, murid baru dikelas kita”
Iyan : “Anak cileupeung
itu udah ngelunjak. tadi pagi dibiarin masuk aja sama pak Rudi, padahal dia juga kesiangan, Karna dia murid baru Gua doang yang di hukum”
Yase : “Oh…yang itu
tunggua aja, nanti kita kerjain dia abis-abisan” (sambil melihat kearah Pino)
Soleh : “Jangan
teman-teman…itu perbuatan tidak baik, tapi itu ide yang bagus sih, kita buli
aja nanti dikelas.”
Hari demi hari terus berlalu dengan bulian yang tak
henti-hentinya geng serigala berikan kepada Pino, dihina, dicaci, dan dimaki
sudah menjadi rutinitas Pino. Tibalah pada suatu hari ada salah satu anggota
geng serigala yang berulang tahun.
(di dalam kelas)
Oneng : “Warning warning, nanti
sore ada acara ulang tahun dirumah gue, pokoknya kalian semua harus dateng, and buat lu Ice Cup (Menunjuk Pino) berhubung gua lagi baik, lu gua
undang di acara ulang tahun gua”
Monika : (menghampiri oneng dan berbisik) “Lu ga salah ngundang dia?”
Oneng : “Emang kenapa?
Dia kan sekelas sama kita juga”
Yase : “Gua punya
rencana bagus”
Sementara itu, Pino tengah dilanda dilema untuk memenuhi undangan
oneng atau tidak
Mondi : “kamu dateng aja
No, gausah takut”
Soleh : “Iya No, Kan ada kita
berdua, kamu gak usah minder
sama mereka”
Tanpa
menjawab apapun Pino menganggukan kepalanya tanda
setuju
Sore hari pun tiba, anak-anak datang
kepesta Oneng dengan berbagai macam, ada yang naik mobil, naik motor, naik
sendal, pesawat, lip, bahkan flying fox. berbeda dengan pino yang datang dengan berjalan kaki menyeberangi gunung, memasuki
jurang, melewati rawa dan berenang menyebrangi lautan dengan membawa bingkisan kecilnya.
sesampainya Pino disana semua temannya datang dengan membawa
pasangannya
masing-masing, dan akhirnya Pino pun
menjadi bahan bulian Geng serigala berbulu
ketek.
( lagu Jamrud-ulang tahun )
Dengan menggandeng pacarnya Wati, Yase menghampiri pino dan berkata
Yase : “Lu berani dateng juga hah, mana pasangan lu?”
Iyan : “Yang bentukan
beginian mana mungkin punya pasangan” ( nunjuk-nunjuk
kearah muka Pino)
Monika : “Mending lu balik aja deh, daripada
malu maluin diri lu sendiri”
Yase : “Dasar lu
kampungan” ( sambil mendorong vino dan
meninjak injak dia )
( Lagu Wali-puaskah )
Soleh dan Mondi yang saat itu melihat pino sedang di buli segera menghampiri pino
Mondi : “Kalian hoby banget ya ngebully orang?”
Soleh : “Gak ada kerjaan
lagi yah?”
Mondi : “Udah No gak usah di dengerin, Kamu gabung sama kita aja”
Pino : “Engga makasih, aku pulang aja”
Pino yang saat itu
sedang gegana diperlakukan keji seperti itu,dia lebih memilih untuk kembali kerumah.
Sesampainya dirumah
dengan mata berkaca-kaca, Pino berlari ke kamarnya dan memandangi dirinya di
depan cermin ukuran 3x4
Dalam hati dia
berkata.
(Mondi) : “Kenapa gue seperti ini, gue ini cowo bukan lekong… kenapa makanan sehari
hari gue gak enak, cacian, bulian, makian… gue harus berubah, gua harus jadi
cowo sejati, GUE bakal bukti’in sama mereka bahwa gue bisa berubah, gue bisa
dapetin cewek bahkan lebih cantik dari mereka, gue pasti bisa.” ( lagu SheilaOn7-ku
pasti bisa )
Setelah terjadi
konflik batin yang sangat menegangkan, akhirnya Pino
memutuskan untuk merubah dirinya agar tidak menjadi bahan bulian teman-temannya lagi.
Setibanya di sekolah.
Pino berjalan dengan
gaya kekiniannya. rambut yang tadinya belah ketupat
berubah menjadi jambul khatulistiwa
Geng : “Pino!” (muka kaget)
Sontak semua mata
tertuju pada pino yang merubah penampilannya 1800 derajat celcius.
Soleh : “kamu beneran Pino?”
Pino :
“Menurut loeh..?”
Wati : “Pino kok kamu bisa
berubah gini?”
Monika : “Lu sakit?” (menyentuh
kepala Pino)
Oneng : “Emang ada yah Mon
penyakit Kayak gitu?”
Pino : “Berisik loe semua !! gue berubah
kaya
gini karna gue gak mau loe loe semua pada ngebuli gue.
Dan gue mau tunjukin kalo gue bisa punya
pasangan lebih cantik dari Loe semua dengan
tampilan gue yg sekarang ini”
Mendengar jawaban Pino, Yase yang semula tidak
tertarik dengan perubahan Pino, akhirnya menghampiri Pino dengan tatapan yang menohok.
Yase : “Lu gak salah ngomong?”
Iyan : “Lu yakin bakal
dapet pasangan dengan Style kampungan
gini?”
Yase : “Fad, lu bisa diem dulu kan? (sambil mengepalkan tangan ke arah Iyan) OK, kalau lu bisa
dapetin cewek yang lebih cantik dari Raisha lebih bohay dari Julia Perez lebih populer dari Syahrini gue bakalan jadi jongos lu selama lu mau. gue kasih waktu lu 1 bulan”
Pino : “OK, gua setuju! Siapa takut”
Kriing kriing
kriing, bel masukpun berbunyi, tanpa dikomando para siswa
kembali ke tempat duduknya semula
Mondi : “Lu yakin bakal
nerima tantangan dari mereka?” (sesekali melirik ke arah yase)
Soleh : “Kamu gak takut No? Dan aku
lebih suka kamu yang dulu, pintar, ramah, rapi, tidak sombong, suka ngisiin PR aku
pula,
jangan pernah berubah No.”
( lagu ST12-jangan pernah berubah )
Pino : “Ya gue bakal terima tantangan mereka, dan gue
yakin dengan Style gue yg sekarang gue bisa
dapetin cewek manapun yang gue mau, hahahaa” (ketawa jahat)
Soleh : “Ingatlah, sesungguhnya kenyamanan dan kesempurnaan cinta itu hanyalah milik Allah
SWT dan Rizky febrian”
Pino : “alah…loe
ngak usah sok ceramahin gua..kalau loe mau ceramah udah aja kepengajian ibu-ibu
tuh..pergi loe!”
Sementara itu, dibalik tirai yang transparan dan pakaian yang transparan Wati sedang menguping pembicaraan mereka, bahkan sesekali melirik buku kosongnya agar tidak
dicurigai.
Jam istirahatpun tiba, saat itu tidak ada orang didalam kelas, hanya ada Pino dan Wati yang masih tetap
membuka-buka buku tulis kosongnya. Tak kuasa Wati pun mendatangi Pino dan duduk disebelahnya.
Wati : “Hai No. Aku punya temen cewek nih, dia single, cantik, smart, ayahnya dokter lagi, dia tinggal di Bogor, Namanya putri. (sambil nunjukin Handphonenya) Mau aku kenalin gak? Aku gak ada maksud
apapun kok, aku Cuma
mau bantu kamu, aku gak tega kalo kamu
terus terusan jadi bahan bulian mereka
Pino : “Loe serius?”
Wati : “ya, tentu. aku serius”
Pino : “OK, kalau gitu sekarang
kasih gue nombernya, whatsapp, line, pin
BB, alamat facebook, twitter, instagram, imo, path, pokonya semuanya
lah yang ada keluarin”
Dengan wajah tersipu
malu,
Wati menganggukan kepala dan pergi
meninggalkan pino.
Beberapa minggu
kemudian, Pinopun semakin dekat dengan Putri, wanita yang dikenalkan Wati. Dan
Pino juga makin dekat dengan Wati yang tujuannya
ingin menanyakan semua hal tentang Putri.
Pino dan Putri hanya berkomunikasi melalui medsos, chat, sms dan telpon tanpa sekalipun pernah bertemu. (lagu RAN-dekat
dihati)
(Di kantin)
Monika : “Hey gengs liat-liat
sini, si Pino ngeupload
foto cewek di akun facebooknya”
Oneng : “Cantik yahh, itu pacarnya
yah?”
Iyan : “Mana mungkin dia dapetin cewek secantik ini, ngayal”
Yase : “Gua masih nggak percaya si Pino
bisa deket sama cewek secantik ini”
Soleh :
“Mana aku lihat, Astagpirrallah….cantik juga yah”
Dengan penuh tanda tanya besar geng serigalapun
mendatangi Pino dan menghampirinya.
Disamping itu, Mondi sedang berbincang-berbincang
dengan Pino sahabatnya.
Mondi :
“Hai No, katanya loe ngeupload poto cewek, coba gua lihat?”
Pino :
(nunjukin Hp) “Nih, namanya Putri”
(poto lewat)
Mondi :
“Loe Serius? Inikan Cowok?”(muka heran)
Pino :
“Eh sory, itu bokapnya. Yang ini nih”
(poto lewat)
Tiba-tiba datanglah Yase menghampiri Vino
Yase :
“woyyy ini poto siapa difacebook loe?”(nunjukin
Hp)
Pino :
“Menurut loe….?”
Miko :
“Wah sialan loe..yang pasti bukan pacar ataupun gebetan Loe kan?”
Pino :
“Kepo banget sih loe”
Iyan :
“Gua nggak percaya kalau dia suka sama loe”
Monika :
“Loe pernah ketemu sama dia?”
Pino :
“Yaaa….belum sih!”
Enong :
“Wah.. gua curiga nih jangan-jangan dia nggak ada”
Miko :
“Maksud loe neng?”
Enong :
“Ya nggak nyata gitu gaib…buktinya dia belum pernah ketemu”
Soleh :
“Sesungguhnya gaib dan nyata itu rahasia Allah”
Pino : “Kata siapa
gaib, dia itu emang nyata. gua bakal bukti’in sama kalian semua bahwa putri itu
memang nyata”
Miko : “OK gua tunggu”
Akhirnya geng serigalapun meninggalkan Pino.
Mondi : “Loe yakin No? terus
gimana cara loe bukti’in sama mereka kalau loe bener deket sama cewek ini?”
Pino : “Gua bakal
ke Bogor”
Mondi : “Emang loe tahu
dimana rumahnya, bogor itukan luas?”
Pino : “Gua udah
punya alamat dia”
Mondi : “Serius loe…?
Terus?”
Pino : “Ya…gua
susul alamat itu, gua bakal bukti’in sama geng serigala berbulu ketek itu bahwa
putri itu memang nyata. loe mau ikut kan?”
Mondi : “Mmh…karna gua
sahabat loe gua ikut deh sama loe”
Pino : “Thanks Mon,
loe emang sahabat gua yang paling baik”
Setelah cek-cok beradu mulut dengan geng serigala seperti
halnya orang debat, dengan mata melotot hampir keluar, mulut keluar, bibir
keluar bahkan gigi keluar. akhirnya Pinopun bertekad keras untuk pergi ke
bogor.
Sebelum berangkat dia menelepon Ibunya yang sedang
bekerja di Arab Saudi sebagai TKW, untuk meminta ijin.
Pino :
“Hallo, Bun”
Bunda :
“Hallo, Nak..ada apa, tumben nelpon Bunda?”
Pino :
“Begini Bun, Gua mau ijin karena gua mau pergi ke bogor?”
Bunda : “Kenapa kamu
sekarang bilangnya Gua biasanya aku, terus kamu mau ngapain keBogor?”
Pino : “Alah…Bunda
jangan banyak tanya, pokonya aku tetep akan keBogor. Assalamualaikum..!!”
Meskipun Pino tidak mendapatkan ijin dari Ibunya
tetapi dia tetap bersikeras ingin pergi, Tidak lama kemudian Ibu Pino menelepon
kepada ayahnya supaya dia tidak mengijinkan Pino untuk pergi ke Bogor.
Bunda :
“Hallo yah, ni gawat yah gawat?”(tergesa-gesa)
Ayah :
“Tenang Bun tenang… coba ceritakan pelan-pelan pada ayah, ada apa?”
Bunda :
“Pokoknya gawat yah, si Pino Bersikeras ingin pergi keBogor”
Ayah :
“Apa keBogor! Mau ngapain dia pergi keBogor?”
Bunda : “Bunda juga gak
tahu alasannya apa, pokoknya ayah jangan kasih dia ijin untuk pergi?”
Ayah : “Iya...akan ayah
coba cegah dia untuk tidak pergi”
Dengan tergesa-gesa dan
sedikit berlari Pino bergegas pergi kerumahnya, bukan karena apa-apa masalahnya
dia sedang dikejar anjing tetangga .
Sesampainya dirumah.
Pino : “Eh
ayah..tumben ada dirumah, biasanya sibuk sama pekerjaannya masing-masing sama
seperti Bunda”
Ayah : (diam tanpa berkata sedikitpun)
Pino : “Kebetulan
nih yah, Gua mau ngomong?” (sambil
mengajak ayahnya duduk)
Ayah : “Ada apa
Nak?”
Pino : “Gini..
langsung saja, Gua mau ke Bogor yah?”
Ayah : “Mau ngapain
kamu keBogor?”
Pino : “Pokoknya
Gua mau keBogor, udah titik”
Ayah : “Tapi nak..”
Dengan menghiraukan ayahnya dia tak peduli apa yang dikatakan
orangtuanya, tetap Pino bersiteguh dengan pendiriannya, setelah mengambil
barang-barang dikamarnya Pino lekas pergi.
Setelah itu, dia menelepon Mondi sahabatnya.
Pino :
“Haloo Bro….ngomong-ngomong loe sekarang dimana?”
Mondi : “Haloo..No, gua
udah didepan sekolah nih, gua udah siap berangkat”
Pino : “OK gua
langsung kesana sekarang”
Setelah keduanya bertemu disekolah dengan rasa hati
yang tak sabar Pino dan Mondipun pergi berangkat keBogor untuk menemui Gebetan
Pino yang bernama Putri.
Sesampainya disana.
Pino : “Emm..Mon
kayaknya alamatnya ini deh?” (menunjuk
kesalah satu rumah)
Mondi : “Coba kita
tanyain aja sama mbak-mbak itu?”
Pino : “misi
mbak..mau tanya? Kalau alamat ini bener gak disini?” (sambil memperlihatkan alamat)
Mbak : “Oh..iya bener
dek, ada apa yah?”
Pino : “Gini...
mbak tahu nggak yang namanya Putri tinggalnya disini”
Mbak : “Putri? (heran) disini gak ada yang namanya Putri
dek, ada juga udah meninggal satu tahun yang lalu”
Pino : “Masa sih
Mbak!, coba dicek lagi alamatnya, bener gak disini”
Mbak : “Iya bener
dek, bahkan setahu Mbak dikomplek ini gak ada tuh yang namanya Putri”
Mondi : “Makasih yah
mbak?”
Mbak : “Iya sama-sama”
Pino : “Gua gak
percaya Mon, gua gak percaya, ayo Mon ayo Mon kita cari lagi Mon?”
Penasaran dan gak percaya, itulah yang ada dipikiran
Pino. dia terus berusaha Kesana kemari
membawa alamat, mencari keberadaan Putri, bertanya kepada orang-orang tetapi
gak ada satupun yang tahu.
Mondi : “Udahlah No,
kita udah cari-cari ke-Desa, kecamatan, bahkan hampir se-kota Bogor tapi,
nyatanya apa? Gak adakan?
Pino :
(berteriak)
Mondi :
“Sabar aja No, terima dengan lapang Dada”
( lagu Republik-sakit aku sakit)
Setelah mengetahui kenyataan yang terjadi bahwa Putri
memang gak ada, Pinopun mengalami Dep nresi dan Stress, dia melampiaskan semua
kekesalan dan masalahnya kepada prilaku-prilaku menyimpang yaitu menjadi pengguna Narkoba, Mondi sebagai
sahabatnya ikut terjerumus kepada barang haram tersebut.
Pino :
“Gila...sumpah Mon ini mantep banget”
Mondi : “Bener No,
mantep banget serasa melayang gua” (tiba-tiba
Mondi kejang-kejang)
Pino : “Mon, loe ke
napa Mon? jangan dulu mati, Gua belum punya uang buat pemakaman loe” (panik)
Mondi : “Hah..(mengagetkan Pino) becanda, haha…”
Pino : “Sialan, loe
bohongin gua yah Mon?”
Mondi : (hanya tertawa)
Ketika mereka sedang asyik menggunakan narkoba, Tiba-tiba datanglah
Seorang Polisi.
Polisi : “Hey kalian,
jangan lari!”
Mondi : “Polisi No,
cepat lari”
Meskipun mereka berlari tetap saja mereka tertangkap,
akhirnya Pino dan Mondipun dipenjara.
Ketika dipenjara Pino dan Mondipun menyadari akan
perbuatannya bahwa apa yang mereka lakukan itu salah. Menyadari kesalahannya
tersebut akhirnya Pino dan Mondipun bertobat. (lagu Opik-Pintu hati)
Selang beberapa minggu, datanglah Geng Serigala untuk
meminta maaf kepada Pino.
Miko :
“Hai No, gimana kabar loe?”
Pino :
“Alhamdulillah, baik”
Miko : “Gua sama teman-teman
minta ma’ap, selama ini gua sering ngebuli, ngejek, dan menghina loe, pokoknya
gua minta ma’ap gua nyesel udah ngelakuin ini semua sama loe” (memegang pundak pino)
Pino : “Iya, gak
papa…Aku udah ma’apin kalian semua. Tapi aku masih penasaran sama yang namanya
putri. Kamu bawa hp Mon?”
Monika : “Iya…ada,kenapa?
Loe mau ngehubungin si putri putri itu?”
Pino : “Iya…boleh
aku pinjem hp kamu?
Monika : (memberikan hp kepada pino)
Tuuttt tuuttt tuuttt suara dering telpon pun berbuyi. Semua mata tertuju
pada wati.
Oneng : “Itu suara hp loe
kan Wat? Kenapa gak loe angkat?”
Miko : ”Sini gua
liat hp loe. Loh.. inikan nomer loe Mon” (terkejut)
Pino : “Jadi…
selama ini yang ngaku jadi putri itu kamu? Kamu tega ngelakuin ini sama aku?
Aku salah apa sama kamu?”
Wati : “Maafin aku No,
aku sebenernya suka sama kamu dari pertama kali kita ketemu. tapi aku gak
berani buat ngungkapinnya”
Tanpa berkata sedikitpun, Pino hanya diam dan tidak tahu
harus berbuat apa. Lalu datanglah kedua orang pino.
Bunda : “Nak,
kenapa kamu melakukan ini semua sayang ?”
Pino :
“Udahlah Ma...Pa.... gak usah sok perhatian, aku jadi begini karena mama sama
papa. Karena kalian gak pernah mikirin aku. Yang ada di otak mama dan papa itu
hanya uang, uang, dan uang aja.”
Ayah : “Nak, kami
melakukan ini semua juga demi kamu.”
Bunda : “iya nak.. Mama dan papa
minta maaf atas semua kesalahan yg kami lakukan sama kamu ”
Pino :
“Maaf? Semudah itukah semuanya selesai?”
Mondi
yang sejak tadi diam, ikut bicara.
Mondi : “ Kasih
kesempatan mereka minta maaf dong No.”
Pino : “kamu gak
ngerasaing sich Mon,
gimana rasanya jadi aku.”
Mondy : “loe, salah No. Gua ngerasain semua yang loe
rasain. Bahkan lebih buruk. Sekarang loe liat! Orang tua gua gak datang buat liat keadaan
gua kan? Tapi orang tua loe, mereka masih sayang sama loe.”
Pino : “kamu bener. Aku bakalan kasih mereka kesempatan.”
Mondy :
“Nah....Gitu donk.” (menepuk pundak pino)
Pino :
“Ma.... Pa.... Aku maafin mama dan papa tapi kalian janji jangan ulangin lagi
kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.!”
Bunda : “Iya sayang
... Mama gak akan ulangi lagi kesalahan mama.”
Ayah :
“Papa juga Nak,
tapi kamu juga harus janji gak akan terjerumus kedalam barang haram itu
lagi!”
Pino :
“Ya Ma...Pa... Aku janji setelah keluar dari sini aku akan sembuh dan
membahagiakan mama dan juga papa.”
Bunda : “Terima
kasih Nak.”
Ayah : “Kami
pulang dulu ya nak. Besok kami akan kembali menjenguk mu di sini.”
Bunda : “Besok mama
akan bawa makanan kesukaanmu Nak.”
Pino :
“Makasih ya Ma. Hati-hati ya Ma....Pa.... Aku pasti merindukan papa dan mama.”
Iyan :
”Kita juga pamit pulang No, semoga loe
bisa ngambil pelajaran dari semua kejadian ini”
Pino :
“Iya, makasih teman-teman ”
Jadi, dari kisah tersebut kita dapat mengambil
beberapa Ibrah dan pembelajaran bagi kita semua :
1) Jadilah yang
terbaik dari diri kalian sendiri bukan menjadi orang lain (intinya : Percaya
diri)
2) Jangan pernah
mengejek atau menghina orang lain karena kekurangannya atau karena apa yang dia
perbuat. Sebab hal tersebut dapat menyebabkan gangguan jiwa dan psikologi orang
yang kita ejek (intinya : Hargai orang lain)
3) Jangan melampiaskan
semua kekesalan atau masalah kepada hal-hal yang menyimpang dari Norma.
(intinya : jangan menyerah) harus semangat, terus semangat, dan tetap semangat.
Terima kasih, mohon ma’ap bila
banyak kekurangan, sekian dari kami Wassalamualaikum Warrahmatullahi
Wabarakaatuh..